Asal usul nama Desa Karangjambe

karangjambe
Desa Karangjambe

Karangjambe adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Terdiri dari beberapa dusun yaitu Dusun Slatri, Dusun Wilangan, Dusun Karangjambe Kulon, serta Dusun Kedungwringin.

Pada kesempatan ini saya akan menceritakan satu legenda tentang asal muasal nama Desa Karangjambe. Karangjambe merupakan perpaduan dari kata “Karang” dan “Jambe”. Identitas nama desa terkadang memiliki makna tersendiri, baik berupa cerita rakyat ataupun sejarah. Berikut adalah salah satu cerita rakyat yang beredar di wilayah Desa Karangjambe,

Kita mulai saja ceritanya ;

Jaman dahulu di Desa Karangjambe ada Adipati yang bernama Adipati Wilah. Adipati Wilah adalah salah satu Kyai yang menyebarkan agama islam di Desa Karangjambe. Adipati Wilah mempunyai “pekarangan” atau tanah yang sangat luas. Pekarangan tersebut banyak ditumbuhi pohon jambe/pohon pinang.

Hari demi hari Adipati Wilah bertambah tua dan sering sakit-sakitan. Disuatu hari Adipati Wilah mengatakan kepada putra putrinya, bahwa setelah beliau meninggal pekarangan tersebut separuhnya akan di wariskan kepada putra putrinya, dan separuh lagi akan diwakafkan. disaat Adipati Wilah memberi wasiat tersebut , beliau pun dipanggil Allah SWT dan meninggalkan keluarga untuk selamanya.

Sepeninggal Adipati Wilah, putra dan putrinya berselisih paham dikarenakan merebutkan pekarangan yang banyak pohon jambenya tersebut. Walaupun sebelum Adipati Wilah meninggal sudah berwasiat kepada putra putrinya supaya membagi pekarangan tersebut separuhnya di wakafkan dan separuhnya lagi dibagi ke putra putrinya. Tetapi Putra putrinya tidak mendengarkan wasiat dari Adipati Wilah. Putra putrinya berselisih paham sampai saling membunuh. Semua putra putrinya meninggal semua. Dengan kejadian tersebut warga desa setempat memberikan nama Desa Karangjambe, karena putra putri Adipati Wilah meninggal karena disebabkan berebut peKARANGan yang banyak pohon JAMBE..
untuk kebenaran cerita rakyat tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya, Wallahualam. (Bang_Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *