Guna Pemutakhiran DPM Rastra, Pemdes Adakan Musdes

Musdes Rastra Desa Karangjambe

PADAMARA – Pemerintah Desa Karangjambe menggelar Musyawarah Desa Bansos Beras Sejahtera atau Rastra.  Musyawarah yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Karangjambe pada tanggal 2 Februari 2018, dihadiri oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Tim Rastra Kabupaten, BPD, LPMD, RT, RW, KPMD, Kader PKK, serta perwakilan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Mangil selaku Kepala Desa Karangjambe menyampaikan bahwa musyawarah ini bertujuan untuk memverifikasi penerima rastra.

Heru Setiawan selaku Tim Rastra kabupaten mengatakan bahwa bantuan Rastra (Beras Sejahtera) merupakan kelanjutan dari bansos yang awal mulanya bernama Raskin (Beras Miskin). yang pada tahun 2017 bantuan tersebut diterimakan berupa beras sejumlah 15 kg dengan membayar seharga 1.600/kg. Dan di Tahun 2018 sistem penyalurannya berbeda dari Tahun 2017, yaitu penerimaan beras sejumlah 10kg tanpa membayar dengan periode dari Januari – Juni 2018, dan periode Juli – Desember 2018 diterimakan uang sejumlah Rp. 110.000,- dalam bentuk kartu untuk membeli bahan-bahan kebutuhan rumah tangga seperti beraas dan telur. Desa Karangjambe berdasarkan BDT (Basis Data terpadu) Tahun 2015 berjumlah 282 KK.

Rastra merupakan program Pemerintah Pusat yang bersifat Nasional, yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Program ini  membutuhkan data yang sangat Valid, agar bantuan mencapai tepat sasaran. Untuk mendapatkan data yang valid tersebut diperlukan Validasi dan Verifikasi data. Dalam Buku Pedoman bantuan Beras Rastra, untuk mencapai hal ini dilakukan dengan Musyawarah Desa yang fungsinya untuk memilih dan menetapkan Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) yang tepat.

Tujuannya Pemerintah adalah mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemberian bantuan sosial berupa beras berkualitas medium sejumlah 10 kg tanpa dikenakan harga/biaya tebus dengan periode penyaluran sesuai kebijakan Pemerintah.

Manfaat yang di tuju adalah :

  1. Peningkatan ketahanan pangan di tingkat KPM, sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
  2. Peningkatan akses pangan baik secara fisik (beras tersedia di TD), maupun ekonomi (disalurkan tanpa biaya tebus) kepada KPM.
  3. Sebagai pasar bagi hasil usaha tani padi.
  4. Stabilisasi harga beras di pasaran.
  5. Pengendalian inflasi melalui intervensi Pemerintah dan menjaga stok pangan nasional.
  6. Membantu pertumbuhan ekonomi didaerah.

Penggantian KPM dilakukan apabila :

  1. Rumah tangga miskin tunggal yang sudah meninggal dunia.
  2. Pindah alamat / tempat tinggal.
  3. Dinilai  sudah tidak layak menerima rastra berdasar hasil musyawarah.
  4. Tidak mau menerima rastra.
  5. Tidak mau mengkonsumsi rastra,
  6. Menjual rastra yang diterima,
  7. Menyatakan mengundurkan diri dari penerima Rastra.

Kriteria / persyaratan pengganti KPM sebagai berikut :

  1. Rumah tangga miskin yang memiliki anggota rumah tangga yang lebih besar;
  2. Rumah tangga miskin yang memiliki balita dan anak usia sekolah wajib belajar.
  3. Rumah tangga miskin yang kepala rumah tangganya perempuan,
  4. Rumah tangga miskin yang menanggung anggota rumah tangga lanjut usia non potensial,
  5. Kondisi fisik rumah tidak layak huni,
  6. Rumah tangga yang berpendapatan rendah dan tidak tetap,
  7. Keluarga peserta PKH.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah desa mengundang lembaga dan tokoh masyarakat untuk Musyawarah Desa yang fungsinya untuk memilih dan menetapkan Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) yang tepat dan lebih membutuhkan. Perubahan Data Penerima Manfaat adalah kegiatan validasi KPM oleh mekanisme Mudes/Muskel dan/atau Muscam untuk menghasilkan KPM Bansos Rastra yang tepat dan dituangkan dalam DPM-1. (Bang_Nur)

Suasana Musyawarah Dusun 1

 

Suasana Musyawarah Dusun 2

 

Suasana Musyawarah Dusun 3

 

Suasana Musyawarah Dusun 4

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *