Petani Karangjambe Mulai Uji Coba Mesin Mini Combine Harvester

mesin mini combine harvester uji coba di desa karangjambe
mesin mini combine harvester uji coba di desa karangjambe

PADAMARA – Mesin mini combine harvester yang sebelumnya diamanatkan ke Desa Karangjambe pasca serah terima mesin tersebut pada bulan September 2016 lalu pada acara Field Farm Day (FFD) akhirnya ditindak lanjuti dengan uji coba, Kamis (12/1). Puji Santoso selaku PPL Pertanian yang bertugas di Desa Karangjambe mencoba memotori uji coba tersebut sekaligus sebagai pelatihan.

Uji coba mesin panen padi ini dilaksanakan di lahan sebelah selatan Rumah Kompos, yakni pada sawah seluas 50 ubin. Puji mengatakan bahwa kelebihan dengan menggunakan mesin tersebut akan lebih efisien dari segi tenaga dan waktu. Namun pada uji pertama ini masih ditemui kendala.

“Kekurangannya pada uji coba kali ini adalah masih adanya bulir padi yang masih terbawa / terbuang campur dengan bulir padi yang kosong. Tapi masih dalam prosentase yang sedikit,” paparnya.

“Kekurangannya pada uji coba kali ini adalah masih adanya bulir padi yang masih terbawa / terbuang campur dengan bulir padi yang kosong. Tapi masih dalam prosentase yang sedikit,” paparnya.
Pada pelatihan tersebut diundang langsung petani dari Desa Kalitinggar kidul yaitu Triadi. Ia memang sudah sekitar 2 tahun ini mengoperasikan alat tersebut di desanya, sehingga diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada petani Desa Karangjambe yang pada kesempatan kali ini dipercayakan kepada Hadirin sebagai operator mesin mini combine harvester. Meski Triadi sudah terbiasa, namun ia juga merasakan satu kendala pada mesin yang baru ini.

Puji Santoso dan Pak Triadi membahas kendala dilapangan
Puji Santoso dan Pak Triadi membahas kendala dilapangan

“Kendala-kendala yang saya hadapi adalah perseneling sebelah kanan kurang berfungsi dengan baik sehingga mengalami kesusahan ketika mesin berbelok,” tuturnya.
Dalam pelatihan ia juga menjelaskan kalau angin peniup kurang besar gabah yang gabug susah keluar. Disamping itu ia juga menyarankan agar assisten operator juga harus sigap mengganti karung yang penuh, karena kalau tidak, bulir padi yang bagus pun ikut terbawa keluar. Ia juga menyarankan, berdasarkan pengalamannya waktu panen yang baik sebaiknya jam 9 pagi, agar kondisi sawah dan rumpun padi sudah kering, dalam kondisi lahan yang kering dalam satu hari mesin panen bisa menghasilkan kurang lebih 3 Ton gabah dengan luas sekitar 400 ubin.

Segera Disewakan, Pendapatan Masuk Kas Kelompok Tani

hasil mesin mini combine harvester di periksa Pak Sawiroji selaku Ketua Poktan
hasil mesin mini combine harvester di periksa Pak Sawiroji selaku Ketua Poktan

Sementara itu, Sawiroji Selaku Ketua Kelompok Tani”Rukun Tani” menyampaikan bahwa diharapkan dengan adanya mesin tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Petani di Desa Karangjambe untuk mempercepat proses panen, yang terkadang masih mengantri mesin perontok padi ketika panen raya secara bersamaan. Bahkan ia juga mengusulkan agar mesin tersebut bisa dikomersilkan dengan cara disewakan.

 

“Kalau sudah mahir dalam pengoperasian, kedepannya mesin tersebut bisa dikomersilkan dan hasilnya akan menjadi kas kelompok tani,dengan tarif sewa berkisar dari 7-9 kg per 100kg. Tarif tersebut akan di musyawarahkan ketika pertemuan kelompok tani,” tuturnya.

“Kalau sudah mahir dalam pengoperasian, kedepannya mesin tersebut bisa dikomersilkan dan hasilnya akan menjadi kas kelompok tani,dengan tarif sewa berkisar dari 7-9 kg per 100kg. Tarif tersebut akan di musyawarahkan ketika pertemuan kelompok tani,” tuturnya. (Bang_Nur_Ganda)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *