Poktan “Rukun Tani” adakan study banding ke Lab PHP Jatilawang

15086203_10207974628752845_1616568310_nKelompok Tani “Rukun Tani” Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, melaksanakan kunjungan dan Study Banding ke Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman, rabu kemarin (09/11/2016). Kunjungan dan Study Banding itu didanai dari kas kelompok tersebut, serta kerjasama dengan BPK Padamara, yang bertujuan agar kelompok tani di Desa Karangjambe, khususnya Kelompok Tani “Rukun Tani” dapat mempelajari pengetahuan tentang Pemanfaatan agens pengendali hayati dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan serta pemanfaatan tanaman Refugia.

15050071_10207974628512839_341381624_nKunjungan tersebut diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari 26 anggota Poktan dan  9 orang penyuluh pertanian kecamatan. Puji Santoso Selaku PPL Pertanian yang bertugas di Desa Karangjambe sangat senang sekali dengan inisiatif dari Poktan untuk melakukan kunjungan dan study banding, Jam 08.00 Rombongan berangkat dari Balai Desa Karangjambe menuju Laboratorium PHP Jatilawang, dan tiba di lokasi jam 09.20. sesampainya di lokasi rombongan disambut oleh Kepala dan Staff Lab PHP Jatilawang dengan suka cita.

15045827_10207974628472838_569604114_nAcara dimulai dengan sambutan Kepala Lab PHP Banyumas, kemudian acara dilanjutkan dengan pembekalan Materi tentang Pemanfaatan agens pengendali hayati dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan disampaikan oleh Ardiana Kartika B,SP , beliau menyampaikan salah satunya tentang pembuatan Trichoderma SP sebagai musuh alami hama dan Penyakit,

15046433_10207974628032827_84227247_n

Dan materi selanjutnya disampaikan oleh Anas Anggoro yaitu mengenai pemanfaatan tanaman Refugia. Tanaman Refugia yang merupakan istilah yang menunjuk sekumpulan tanaman yang menyediakan tempat perlindungan dan sumber pakan bagi musuh alami, seperti serangga. Seperti kita ketahui, dalam pertanian beberapa serangga tersebut bisa menjadi hama tanaman. Misalnya pada tanaman padi, serangga yang menjadi hama pada tanaman padi antara lain ulat dan walang sangit. Tanaman-tanaman refugia ini saat berbunga akan mengundang banyak sekali serangga untuk tinggal. Selain menyediakan tempat tinggal, tanaman refugia juga menyediakan nektar untuk makanan para serangga.

dinpertan-grobogan-go-id_large

Saat para serangga ini datang, berlakulah hukum alam. Serangga predator akan memangsa dan mengganggu serangga yang lain yang menjadi hama bagi tanaman. Karena hama padi dikendalikan oleh serangga predator, maka tanaman padi bisa selamat dari serangan ulat dan walang sangit. sehingga dengan menanam tanaman refugia tidak perlu menyemprot dengan pestisida , hama tanaman dikendalikan secara alami

setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi tanya jawab, para petani sangat antusias menanyakan mengenai permasalahan sehari-hari yang dialami petani. kemudian sesi berikutnya adalah praktek inokulasi / penularan bibit Trichoderma Sp. yang dipandu oleh Ibu Ardiana Kartika B,SP. di akhir acara Ketua kelompok tani “Rukun Tani” Menyerahkan kenang-kenangan berupa Plakat kepada Kepala Lab PHP Jatilawang. (Bang_Nur)

15032633_10207974627832822_1539870270_n

 

 

 

 

 

 

 

15033568_10207974627472813_560408344_n

 

 

 

 

 

 

15063967_10207974869838872_2104368078_o

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *